Selasa, 27 November 2012

5 teknik Fotografi

5 teknik fotografi untuk pemula
 Hal-hal yang mempengaruhi ruang tajam:
-Jarak pemotretan (jauh=luas, dekat=sempit)
-Bukaan diafragma (kecil=luas, besar=sempit)
-Jarak fokus lensa /focal length (tele=sempit, wide=luas, normal=bisa diatur) 


2. Panning
-Panning adalah salah satu cara untuk memberikan kesan gerak pada foto.
-Ketika melakukan panning, anda harus mengikuti objek selama membidik.
-Hasil foto menjadikan objek menjadi relatif tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur.
-Untuk mendapatkan foto panning secara maksimal; dengan speed rendah (8-60), dan pakailah tripod (kaki tiga).


3. Slow & stop action
-Slow action : salah satu teknik fotografi yang bertujuan memperlihatkan/menangkap gerakan objek. Biasanya digunakan kecepatan rendah, antara 1/30 sampai 1 detik
-Stop action : kebalikan dari slow, yaitu teknik fotografi untuk bertujuan membekukan gerak objek. Biasanya digunakan kecepatan tinggi, antara 1/125 sampai 1/4000 atau lebih.

4. Zooming
-Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa.
-Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom.
-Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik.
-Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal, pakailah tripod (kaki tiga)
 
5. Bulb
-Kecepatan rana dapat diatur sesuai dengan waktu yang kita inginkan.
-Teknik ini dilakukan dengan menahan tombol pelepas rana dengan lebih lama.
-Untuk mendapatkan hasil foto bulb secara maksimal, dapat digunakan kabel release dan tripod.
-Misal, kita mempergunakan kecepatan 30 detik sampai habis waktu perekaman cahaya.

Apa itu Fotografi??

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

tips menjaddi Fotografer

Tips Menjadi Fotografer Profesional


1. Belajar teori fotografi terlebih dahulu akan menghemat banyak waktu
Belajar fotografi sebaiknya diawali oleh mempelajari teori fotografi sebelum praktik. Meskipun seringkali kurang menyenangkan dan membosankan bagi sebagian orang, tapi belajar teori akan mempercepat proses belajar dan meningkatkan kualitas foto kita. Keuntungan utama dari menguasai teori adalah kita bisa “membuat” foto yang kita mau dan bisa membuat hasil yang serupa kapan saja kita inginkan. Belajar teori bisa didapat dengan berbagai cara, antara lain dengan membaca buku, menonton video, dan mengikuti kursus fotografi.

2. Alat itu bagus, tapi visi yang baik lebih bagus
Dulu saya menganggap bahwa alat yang mahal akan membuat hasil foto kita menjadi bagus. Memang benar alat fotografi seperti kamera dan lensa berkontribusi atas ketajaman gambar, keindahan warna dan detail. Tapi mengunakan alat fotografi yang terbaik saja tidak cukup untuk menghasilkan foto yang bagus. Komposisi gambar, kemampuan melihat dan memanipulasi cahaya, dan ilmu-ilmu lainnya masih sangat penting untuk di pelajari. Meski alat fotografi kita sederhana, tapi kita bisa menciptakan karya yang baik bila kita fokus dalam meningkatkan visi kreatif kita.

3. Ilmu fotografi bisa dipelajari dan dikuasai siapa saja
Fotografer yang berhasil membuat karya-karya besar dari kerja keras dan hasil belajar bertahun-tahun, bukan hanya sekedar bakat. Menurut Thomas Alva Edision, sukses berasal dari 1% inspirasi dan 99% dari kerja keras. Jadi jangan kuatir bila kita merasa tidak berbakat atau lamban dalam belajar fototografi. Bila memiliki kemauan belajar dan kerja keras kita bisa mencapai bahkan melampaui fotografer yang lebih sukses dari kita.

4. Kembangkan gaya fotografimu
Setiap orang memiliki kesukaan sendiri atas jenis fotografi. Ada yang mungkin suka fotojurnalisme / candid, ada yang suka fotografi hitam putih dan sebagainya. Bila apa yang kita sukai tidak sesuai tren yang ada, kadang kita menerima tekanan karena foto kita tidak begitu dihargai oleh masyarakat luas. Daripada mengubah gaya fotografi kita dan mengikuti tren yang ada, lebih baik bila mengembangkan kualitas dan gaya foto kita. Selain lebih menyenangkan, kita juga akan lebih cepat berkembang karena fokus ke hal yang kita sukai. [Baca Gaya fotografi]

5. Fotografi sebagai hobi dan karir itu berbeda
Hobi dan kerja adalah hal yang sangat berlainan. Bila kita menganggap fotografi sebagai hobi, maka kita tidak memiliki tuntutan untuk mendapatkan uang dari fotografi. Sebagai penghobi, kita juga tidak perlu mengurusi klien. Karena murni untuk kepuasan sendiri. karena tidak ada tuntutan ROI (return on investment), maka investasi sebesar apapun tidak menjadi masalah. Di lain pihak sebagai profesional, kita harus mempertimbangkan banyak hal. Dan sebagai pro, seringkali kerjaan utama kita bukan fotografi lagi, tapi lebih ke manajemen dan marketing. Oleh sebab itu, pertimbangkan matang-matang bila kita ingin mengubah hobi kita menjadi karir.

6. Lighting itu rumit, tapi penting untuk dipelajari
Pencahayaan itu penting untuk dipelajari, baik yang alami maupun buatan. Ketika saya masih pemula, saya menyepelekan lighting dan hanya mengandalkan kamera canggih dan lensa mahal. Tapi ternyata kedua hal tersebut tidak bisa menyelesaikan masalah saya. Foto foto saya semuanya biasa-biasa saja dan tidak setajam yang saya inginkan. Setelah belajar lighting, saya bisa mendapatkan foto yang lebih tajam dan bisa mengendalikan saturasi warna dan sifat cahaya dengan lebih baik. [Baca Beli lensa atau lampu kilat]

7. Foto subjek yang bagus
Meski fotografer yang ahli mampu membuat foto yang unik di lingkungan yang jelek atau lingkungan turis yang sudah sering di foto, hasil foto yang terbaik terjadi saat kita berada di depan lingkungan yang unik dan fotogenik. Demikian juga bila kita foto model/fashion. Model yang cantik dan pintar bergaya akan memudahkan kerja kita dan membuat hasil foto menjadi jauh lebih baik daripada orang biasa. Hal ini juga berlaku dalam foto still life, makanan dan sebagainya. Pemilihan makanan atau subjek foto yang bagus sangat penting dan sangat mempengaruhi hasil foto.

Jadul






Nature















Mencoba belajar dari Karya Fotografer Handal. Ini karya merka yang Keren abiss
God Direct my Life